Tanjab Barat – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., ikut serta memandu tim verifikasi dan asistensi dari Kementerian Kehutanan RI saat melakukan peninjauan langsung di Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, pada Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses validasi lapangan terhadap usulan pengelolaan hutan bakau secara berkelanjutan demi ketahanan wilayah pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Rombongan dipimpin langsung oleh dua Staf Ahli Menteri, yakni Fahrizal Fitri (Bidang Hubungan Antar Lembaga) dan Novia Widyaningtyas (Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan).
Dalam kesempatan tersebut, Katamso menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim pusat yang rela menempuh perjalanan jauh hingga menyusuri area mangrove menjadi bukti perhatian yang besar terhadap daerah.
“Kami mewakili pemerintah daerah sangat mengapresiasi kedatangan Bapak dan Ibu Staf Ahli. Perjalanan yang ditempuh menggunakan berbagai moda transportasi hingga berjalan kaki adalah bentuk perhatian luar biasa bagi kami,” ujar Wabup.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini dinilai sangat penting agar program yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata, baik dari sisi pelestarian alam maupun kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap setelah melihat kondisi riil di lapangan, program pengembangan ini bisa segera diwujudkan. Tujuannya agar perlindungan dan kekuatan wilayah pesisir kita semakin baik,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Fahrizal Fitri mengungkapkan kekagumannya terhadap kondisi ekosistem mangrove di Pangkal Babu. Ia menilai kondisi yang ada di lapangan sangat sesuai dengan data dan deskripsi yang telah disampaikan sebelumnya.
“Kami sangat senang bisa melihat langsung. Fakta di lapangan sejalan dengan apa yang diusulkan. Kami mendukung penuh rencana ini dan dalam waktu dekat akan ada keputusan resmi yang dikeluarkan. Komitmen kami sangat kuat untuk menjaga kelestarian mangrove di sini,” tegasnya.
Adapun ruang lingkup dari usulan program ini meliputi tiga aspek utama, yaitu penguatan regulasi dan kelembagaan, upaya pemulihan dan pemeliharaan lanskap mangrove, serta upaya meningkatkan ekonomi warga sekitar.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini antara lain perwakilan akademisi dari Universitas Jambi, Prof. Dr. Ir. Rosyani, M.S, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait dan unsur organisasi wanita setempat.











