KOTA JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menggelar kegiatan reses di Bumi Perkemahan Cadika, RT 01, Kelurahan Telanaipura, Rabu (1/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan legislatif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
Reses itu turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII Cek Endra, Wali Kota Jambi Maulana, Anggota DPRD Kota Jambi Muhili Amin, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Kemas Faried menegaskan bahwa kegiatan reses tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat harus ditindaklanjuti secara konkret agar benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Reses harus menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Aspirasi yang disampaikan tidak boleh hanya dicatat, tetapi harus diperjuangkan hingga terealisasi,” ujar Kemas Faried.
Sebagai Ketua DPRD Kota Jambi, ia menilai sinergi antara DPRD Kota Jambi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat sangat penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam sesi dialog bersama warga, sejumlah persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari penanganan sampah yang dinilai masih perlu ditingkatkan hingga masalah drainase yang sering menyebabkan genangan saat hujan turun.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kemas Faried memastikan dirinya bersama OPD terkait akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya dan mencari solusi yang tepat.
“Kita akan cek langsung ke lokasi. Jika persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui anggaran yang sudah tersedia, akan segera ditindaklanjuti. Jika membutuhkan program baru, tentu akan kita perjuangkan bersama,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah agar setiap program dan bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII Cek Endra menekankan bahwa pelaksanaan reses harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penggunaan anggaran negara harus efektif dan berorientasi pada penyelesaian masalah warga.
“Tidak boleh lagi ada kegiatan yang hanya bersifat formalitas tanpa hasil yang jelas. Setiap anggaran yang digunakan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tegas Cek Endra.
Ia menambahkan bahwa paradigma politik saat ini harus berubah dari sekadar penyampaian pidato menjadi politik yang berorientasi pada aksi dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi Maulana memaparkan sejumlah program pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Jambi, salah satunya Program Kampung Bahagia yang dialokasikan sebesar Rp100 juta untuk setiap RT.
Menurut Maulana, program tersebut akan menjangkau 1.583 RT di Kota Jambi dan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan musyawarah warga dan semangat gotong royong.
“Seluruh program berbasis rembuk warga sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly juga menyerahkan 400 paket sembako kepada warga Telanaipura yang hadir dalam kegiatan reses tersebut.
Kemas Faried berharap kegiatan reses dapat terus menjadi sarana efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Kami ingin memastikan sinergi antara DPRD Kota Jambi, pemerintah kota, dan pemerintah pusat berjalan dengan baik sehingga setiap program pembangunan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)











