Berita Global – Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Organisasi Sosial dan Ekonomi Republik Indonesia (POSE RI) mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap dan menangkap aktor di balik jaringan Koordinasi Barkah yang mengatur distribusi minyak hasil penyulingan ilegal dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Jaringan ini diduga mengoperasikan armada rutin untuk mengangkut minyak ilegal dari Kecamatan Babat Toman dan Sanga Desa ke berbagai daerah di luar Muba.
Ketua Umum POSE RI, Desri Nago SH, menyatakan pihaknya menerima laporan masyarakat bahwa aktivitas ini telah berlangsung lama dan terorganisir. Berdasarkan informasi lapangan, jaringan Koordinasi Barkah di Muba dikuasai oknum berinisial PR, pemain lama di bisnis minyak ilegal yang belum tersentuh hukum.
“Informasi kami sebutkan bahwa di Muba, jaringan ini dipegang oknum PR yang sudah lama berkecimpung dalam minyak ilegal,” kata Desri kepada wartawan.
Desri menilai aparat harus bertindak tegas untuk hentikan praktik ini. Ia meminta Polres Muba, khususnya Unit Pidana Khusus (Pidsus), segera selidiki dan ungkap pelaku.
“Kami desak Polres Muba, terutama Unit Pidsus, lakukan pengecekan serius. Jika terbukti ada pengangkutan minyak ilegal, tindak dan ungkap aktornya,” tegasnya.
Menurut Desri, aktivitas ini merugikan penerimaan negara, merusak lingkungan, dan membahayakan masyarakat.
Masyarakat menanti kinerja konkret Kapolres Muba dan Kanit Pidsus yang baru.
“Kami ingin lihat sejauh mana keseriusan mereka memberantas minyak ilegal, bukan membiarkannya,” ujarnya.
Desri menekankan, sikap diam aparat bisa picu persepsi negatif di masyarakat.
“Jangan biarkan praktik lama ini terus berlanjut. Segera bertindak dan ungkap aktor Koordinasi Barkah,” pungkasnya. (Tim)










